Munajat di Jalan Dakwah


Seseorang yang menempuh jalan dakwah sangat memerlukan sentuhan Allah hingga hatinya bersih dari segala penyakit dan menjadi hati yang ikhlas, sihat dan jernih. Ia sangat memerlukan pandangan redha dari Allah di tengah keheningan malam. Ia sangat memerlukan Allah untuk membukakan pintu-pintu rahmatnya. Ia sangat memerlukan sentuhan Allah untuk menghilangkan noda dan belenggu yang menutupi hatinya sehingga terpancar cahaya Al-Quran dari hatinya. Ia sangat memerlukan munajat kepada Allah untuk mendapatkan bekal iman yang akan membantunya untuk melintasi jalan dakwah yang berat dan berliku serta bagi menghilangkan dahaga rohaninya dengan kesegaran dan kesejukan yang hanya terdapat pada hubungan yang baik dengan dzat yang meniupkan rohani ini ke dalam jasad yang tercipta dari tanah yang fana.

Aktiviti di jalan dakwah, tidak hanya cukup dengan mengendalikan organisasi semata-mata, tetapi harus diiringi dengan bekal ruhiyah dan kekuatan hubungan dengan Allah. Aktiviti di jalan dakwah adalah untuk menarik hati-hati manusia dan membersihkan jiwa-jiwa dan perkara ini tidak akan dapat dilakukan kecuali oleh orang yang telah bersih jiwanya serta sarat dengan bekalan untuk memberi. Orang yang tidak memiliki, tidak akan mampu untuk memberi.

Di saat menempuh jalan dakwah ini, seringkali syaitan membisikkan perselisihan di kalangan para aktivis dakwah yang terkadangnya begitu sukar untuk mencari perdamaian kembali. Sehingga banyak hati akan merasa sedih dan prihatin, maka kepada siapakah selain Allah para aktivis dakwah harus memohon perlindungan dari bisikan syaitan, memohon kesatuan hati serta perbaikan hubungan di antara hati-hati yang berselisih.

Petikan Risalah Munajat Di Jalan Dakwah, Almarhum Sheikh Mustafa Masyhur

No comments:

Post a Comment

Post a Comment