Sesal Tidak Berguna Lagi...


Hayat kehidupan kita di dunia ini sebenarnya cukup singkat. Lebih singkat dari apa yang dapat kita bayangkan sebenarnya. Katakan usia kita di dunia ini adalah 70 tahun, kemudian ditolak waktu bayi dan kanak-kanak ketika sebelum akil baligh 15 tahun, kemudian ditolak lagi waktu tidur, maka kita sebenarnya hidup dalam jangka waktu yang sangat terbatas.

Usia kehidupan kita yang relevan secara kasar jika kita buat sedikit pengiraan kasar hanyalah 41 tahun sahaja.

= 70-15(bayi-baligh)-(6jam*365hari*(70-15)) = 41 tahun (anggaran sahaja)

Jika dibandingkan dengan umur bumi ini yang telah mencecah 4.54 billion tahun , kehidupan kita ibarat sebuah titik kecil diatas satu garisan panjang yang hanya akan kelihatan jika dilihat dengan mikroskop berkuasa tinggi. Itupun jika diandaikan usia kita sehingga 60 – 70 tahun.

Tapi siapakah yang dapat memberi jaminan bahawa kita boleh hidup sehingga usia tua? sedang saban hari kita melihat maut menjemput manusia tidak kira tua muda pangkat dan harta.

Kehidupan kita yang sebenar adalah kehidupan abadi di akhirat nanti, kehidupan yang tiada penghujungnya dan kehidupan panjang kita itu akan ditentukan oleh kerja buat kita dalam kehidupan singkat kita di dunia ini.

Kehidupan akhirat adalah satu kehidupan yang pasti kita akan sampai padanya suatu hari nanti, seperti mana kita pasti akan munculnya matahari pada keesokan harinya. Suka atau tidak, lambat atau cepat, suatu hari nanti kita pasti akan berada samada di syurga atau di neraka.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” Al Mulk:2

Dalam jangka waktu yang singkat ini, kita harus berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari dan mendapatkan rahmat dan keampunan Allah, kerana hanya dalam hayat yang singkat ini sahaja kita berpeluang untuk meraihnya.

Perkara-perkara ini bukanlah diluar pengetahuan kita, bahkan telah kita ketahui sejak lama dahulu, tapi sering kita terlupa kerana disibukkan dengan urusan dunia.

Sibuk atau tidak, jahil atau alim, lemah atau kuat, kita tetap tidak akan terlepas dari menghadapi pertanyaan dan balasan dari Allah. Jika di dunia ini kita boleh mencari alasan-alasan dan kambing hitam untuk menutup kelemahan, menyalahkan keluarga, kawan-kawan, kerajaan, yahudi, zionis, illuminati dan sebagainya atas kelemahan dan kelalaian kita, tapi ingatlah pada hari pembalasan, tidak akan diterima sebarang alasan.

Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman".


Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah: "Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa".


Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "(Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya". Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab.

Saba:31-33

Benarlah pepatah orang terdahulu,

Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tiada Gunanya Lagi...

2 comments:

  1. teman seperjuanganJune 23, 2010 at 12:22 PM

    mmm itu kalau tdo 6 jam, cemana kalau terlebih tdo??? nampaknye kita semua kena banyakkan berjaga dari terlena... dan mempergiatkan aktiviti yang baik2...

    ReplyDelete
  2. salam teman seperjuangan
    lama tidak bersinggah disini..moga tidur kita menjadi ibadah jua hendaknya...

    ReplyDelete